Sabtu, 06 Januari 2018


Bagaimana Cara Untuk Mempersiapkan Masa Depan Mu ?
Simak sebuah Cerita Yang Akan Merubah Hidup Mu Di Kemudian Hari.


Ada sebuah pertanyan yang takkan bisa kau pecahkan sendiri, dan ada masalah yang takkan bisa kau slesaikan sendiri. Kau butuh bantuan, kau butuh solusi dan kau butuh saran. baik dari mereka yang kau kasihi, kau sayangi dan orang-orang yang kau anggap dekat dengan mu. Namun dari semua yang kau dapati dari mereka tidak ada satupun yang bisa membuat mu puas dengan jawaban mereka. Mereka berkata “ kau seperti ini dan seharusnya kau tidak seperti itu, kau selalu begini dan tak seharusnya kau seperti itu, aku lebih suka kau yang seperti ini dari pada kau yang seperti itu, kau terlalu baik, kau emosian, kau kurang dalam hal ini tapi kau hebat dalam hal itu “ dan sebabgainya.. mereka benar karena itu yang mereka lihat. Namun sekarang bagaimana cara mu untuk menyikapi semua ucapan dari mereka? Terkadang saya pun juga bertanya demikian. Namu tanpa sadar sebenarnya kita telah mendapati jawaban di balik semua permasalahan yang kita temui itu namun kita selalu mungkir dari jawaban itu, karena dalam hati kita menginginkan sesuatu yang instan dan mudah untuk dilakukan tanpa perlu bersusah payah. Naif bukan? dan begitulah manusia. Jawaban yang sudah kita ketahui dan sadar bahwa itu akan berhasil cenderung tidak dilakukan karena pada dasarnya hati itu yang telah mulai lalai dan terlalu santai akan godaan dunia yang sungguh menggoda ini. Dan itu juga saya alami, tergoda akan surga dunia dan mulai lupa akan sebuah kewajiban. Sudah begitu banyak sahabat, teman dan orang-orang yang dikasi memberikan saran dan masukan kepada diri yang mulai ceroboh ini dan dengan angkuh memalingkan wajah dari mereka. Ada yang pergi dan ada yang tetap peduli untuk selalu mengingatkan, terimakasih untuk yang tetap peduli terimakasih juga untuk yang telah pergi dan semoga cepat kembali. Hihi. Dan ternyata hal yang paling sering membuat waktu mu terbuang sia-sia adalah sebuah kebiasaan kecil yang sering kau lakukan dan kau ucapkan “ Tidak apa-apa besok kan bisa, ah aku capek besok saja ku lanjutkan,  tidak apa-apa besok pasti aku akan melanjutkannya, yasudahlah besok juga akan kembali seperti biasanya” dan sebagainya.. jika iya, sebaiknya mulai hentikan dari sekarang. Namu jika kau bisa menjawab pertanyaan ini “Masih adakah hari esok?” silahkan lanjutkan semua yang kau inginkan. Jujur hari ini saya banyak belajar dari mereka yang selalu mengingatkan saya tentang kebaikan dan barusan saya juga membaca sebuah buku yang mengisahkan tentang seorang laki-laki yang mengakhiri hidupnya dengan penuh penyesalan. Dan tau apa kata-kata terakhirnya? dia berkata “ahh.. andai saja aku menyadari ini dari dulu....” kemudian perlahan ia menghembuskan nafas terakhirnya dengan air mata dipipinya. Dari cerita itu saya mulai sadar dan mencoba untuk menyadarkan diri dan menjadikan itu pelajaran berharga bagi saya nantinya. Dan dari cerita itu juga saya bermaksud untuk berbagi cerita agar teman-teman semua tidak mengucapkan kata-kata terakhir seperti laki-laki itu. Segeralah sadar dan mulailah tinggalkan kebiasaan lama kerjakan apa yang harus kau kerjakan tinggalkan kenimaktan dunia yang hanya sementara ini, dan sukses kan dirimu di masa depan nanti. Agar kau bisa bertemu dengan dia orang yang akan kau cintai seumur hidupmu. Karena kesiapanmu mulai hari ini akan menentukan dengan siapa kau akan dipertemukan di kemudian hari ^^
Wassalam. Semoga bermanfaat ^^
-------------------------------------------

Kamis, 04 Januari 2018



Alasan Kenapa Lemahnya Kehidupan mu di Masa Depan


Bukankah hidup ini adalah sebuah pilihan? Dimana sebuah pilihan itu akan menentukan semuanya dimasa yang akan datang. Baik buruknya pilihan itu hanya akan di tentukan oleh diri yang selama ini telah melalui lika-liku dalam kehidupan ini. Dimana pilihan itu akan menentukan hidupmu dikemudian hari. Mari berkaca dari sebuah cerita keluarga burung.
Alkisah ada seekor induk burung yang menetaskan beberapa telur menjadi burung-burung kecil nan indah, ia sangat senang dan merawatnya dengan penuh kasih sayang, hari berganti hari, bulan berganti bulan. Burung-burung kecil inipun sudah mulai bisa bergerak lincah. Dan mulai belajar mengepakkan sayapnya, mencari-cari makanan untuk kemudian mematuknya.
Namun dari beberapa ekor burung kecil itu, ada seekor burung yang sedikit berbeda dari saudara-saudaranya yang lain, ia tampak pendiam dan tidak selincah saudara-saundaranya. Ketika saudara-saudaranya belajar terbang ia lebih memilih untuk berdiam diri di kandang dari pada lelah dan terjatuh. Dan ketika saudara-saudaranya sedang sibuk berkejaran mencari makanan ia memilih untuk menunggu belas kasihan dari saudara-saudaranya. Demikian ini terjadi seterusnya.
Saat sang induk mulai tua, dan tak bisa lagi untuk menghidupi anak-anaknya. Si anak burung ini mulai merasa sedih saat melihat saudara-saudaranya terbang tinggi dan bebas di langit yang indah, melompat-lompat dari satu dahan ke dahan yang lain di atas pohon nan tinggi. Sementara ia hanya bisa puas berada di dahan yang rendah. Ia pun merasa sedih.
Dngan hati yang sedih ia pun bertanya kepada induknya ”Kenapa aku tak bisa sepereti saudara-saudara ku? terbang tinggi di langit luas. Melompat-lompat dengan bebas  di dahan pohon yang tinggi? sedangkan aku hanya bisa berpuas diri di dahan yang rendah ini”.
Dengan hati yang begitu sedih si indukpun menjawab “Anakku, kamu dilahirkan dengan kaki dan sayap yang begitu sempurna seperti saudara-saudara mu yang lain. Tetapi kau lebih memilih untuk merangkak dalam menjalani hidup ini, sehingga menjadikan sayap mu kerdil nak”.
“Hidup adalah kumpulan dari setiap pilihan yang kita buat. Pilihan kita hari ini menetukan bagaimana hidup kita di masa depan. Kita memiliki kebebasan memilih tapi setelahnya kita akan dikendalikan oleh pilihan kita, jadi berfikirlah sebelum berbuat, sadari setiap konsekuensi dari pilihan yang kita buat” indukpun mengakhiri nasehatnya.
...........
Apakah kamu pernah mengalami yang namanya bermalas-masalah dirumah sementar kakak dan adikmu sedang sibuk diluar sana untuk menempa ilmu dan bekerja dengan sungguh-sungguh demi membangun masa depannya??, dan kamu berfikir masih bisa bekerja dan beljar di hari esok??. maka dari sana pemikiran mu benar-benar telah mengkerdilkan diri mu sendiri. ketahuilah semkain kamu merasanyaman dengan hari-hari mu ini maka kamu tidak akan pernah menemukan sebuah hasil yang lebih dari hari ini. maka mari bangkit dan lebih giat lagi dalam memajukan kehidupan mu. karena Apapun jalan yang kamu pilih di masa muda mu akan menentukan hidupmu di kemudian hari. Berfikirlah sebleum bertindak karena waktu adalah sebuah masa yang begitu berharga dan tak akan pernah bisa di putar ulang kembali. Untuk mu belajarlah dari kisah keluarga burung tersebut. Keluarlah dari titik nyaman mu dan mulai bergerak untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan raih kesuksesan di masa muda mu. ^^ Semoga bermanfaat yaa :D